Pernikahan Mubarakah Santri Hidayatullah









Salah satu tradisi Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan adalah pernikahan mubarakah. Pernikahan ini memiliki keunikan yakni menikah tanpa melalui pacaran. Para peserta pernikahan adalah santri Hidayatullah yang berasal dari seluruh Nusantara, di antaranya: Nias ( Sumut), Riau, Bengkulu, Jakarta, Surabaya, Banyuwangi, Lombok, Kutai Barat, Samarinda, Bontang, Gorontalo, Mandar, Kendari, Balikpapan, Tual (Maluku), Malinau. Ini yang saya tahu untuk yang santri putra. Tahun ini peserta pernikahan berjumlah 39 pasang. Keunikan lain adalah di antara kami -biasanya- "dinikahkan" lintas suku, artinya pernikahan ini bertujuan membangun keluarga asmara (sakinah, mawaddah wa rahmah), lembaga dan "national building" (kebangsaan Indonesia) sekaligus. Wah, jadi ingat 6 tahun yang lalu, di mana saya menjadi salah satu pesertanya dari 43 pasang. Terakhir, saya ikut mendoakan: Barakallah lakum, wa baraka 'alaikum, wa jama'a bainakum fie khair. Amien

nb: foto santri putri tidak bisa dipublikasikan sebab hanya suaminya yang berhak terhadapnya.
Pernikahan Mubarakah Santri Hidayatullah Pernikahan Mubarakah Santri Hidayatullah Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 03, 2010 Rating: 5

12 comments:

  1. kayaknya lebih dikenal pernikahan barokah dari pada mubarokah

    ReplyDelete
  2. Barokallohulakum babaroka'alaikum wajama'a 'alaikum fi khoir. lahah da'wah telah menanti

    ReplyDelete
  3. yah, kalau ejaan yang benar itu "baokah", komentar di atas otomatis menjadi ralat, mudah saja khan? oya, lain kali tolong jangan pakai anomim ya, kita ga bisa interaksi

    ReplyDelete
  4. kemarin baru berapa pasang?

    wah jadi kebayang saya nikah nanti gimana ya?

    he he he sekarang masih kuliyah di STAIL surabaya :)

    ReplyDelete
  5. Yang saya baca di MEDIA MASSA katanya 40 Pasang bukan 39 PAsang, yang mana yg benar?

    ReplyDelete
  6. yang benar 40 pasang...
    tapi sayang, saya juga jdi korban kehilangan sang pujangga, belahan hati... dia bukanlah bagian dari diriku...
    inilah perjuangan!!!
    suka ataupun duka, sami'na wa atho'na...

    ReplyDelete
  7. ya betul, yang benar 40 pasang=39+1, :)

    ReplyDelete
  8. Pernikahan tanpa melalui pacaran bukanlah suatu keunikan, melainkan sesuai dengan syariah yang menjauhkan diri dari zina.... Afwan... Salam...

    ReplyDelete
  9. @blog keluarga: bagi santri Hidayatullah, menikah tanpa pacaran sudah biasa, jadi gak unik lagi. Karena pengunjung blog ini bukan hanya santri, redaksinya saya tulis "unik". Afwan!

    ReplyDelete
  10. indahnya pacaran setelah menikah...moga jha tahun 2014 ada lagi pernikahan massalnya

    ReplyDelete
  11. kitakan seangkatan klo ngga salah....

    ReplyDelete
  12. saya seangkatan sdr. Syafruddin (Kenre), Irfan HS, Om Agus menantunya ust. Qadir Abdullah, dll. Ngomong-ngomomg Antum siapa ya? :)

    ReplyDelete

Silakan memberikan saran, masukan, atau tanggapan. Komentar Anda akan saya moderasi terlebih dahulu. Tautan aktif sebaiknya tidak dipasang dalam komentar. Dan, mohon maaf, komentar Anda mungkin tidak segera saya balas, karena kesibukan dan lain hal. Terima kasih :)
---Kosim Abina Aziyz

Powered by Blogger.