Konsep Ekonomi Islam versus Konvensional

Waktu kita sekolah kita diajarkan 'satanic economy concept' yaitu pelajaran ekonomi konvensional. Konsep ini menyatakan bahwa kebutuhan manusia itu tak terbatas, sementara SDA yg tersedia untuk memenuhinya terbatas. Sehingga timbul prinsip ekonomi konvensional "input seminimal mungkin untuk output semaksimal mungkin".

Ekonomi Islam justru mengajarkan sebaliknya, SDA itu tak terbatas, sebab bumi dan segala isinya diciptakan untuk manusia, dan manusia diberi kebebasan memanfaatkan semaksimal mungkin (QS. Al-Baqarah: 29).

Kebutuhan manusia tak lebih dari apa yg dapat dimakan dan dipakai sehari-hari. Lebih dari itu, manusia tsb disebut SERAKAH yg tidak punya batas. Dalam Islam yg terbatas justru waktu (umur). Dan, untuk mencapai kepentingan dengan memanfaatkan SDA semaksimal mungkin dengan keterbatasan waktu maka pilihannya hanya KERJA KERAS (QS. Al-'Ashr: 1-3).

Dengan demikian, Tuhan-lah sebagai penyedia dan manusia sebagai distributor. Pendistribusiannya mesti adil, merata, jujur, hemat sesuai prinsip Islam.

Konsep Ekonomi Islam versus Konvensional Konsep Ekonomi Islam versus Konvensional Reviewed by Kosim Abina Aziyz on July 14, 2009 Rating: 5

No comments:

Silakan memberikan saran, masukan, atau tanggapan. Komentar Anda akan saya moderasi terlebih dahulu. Tautan aktif sebaiknya tidak dipasang dalam komentar. Dan, mohon maaf, komentar Anda mungkin tidak segera saya balas, karena kesibukan dan lain hal. Terima kasih :)
---Kosim Abina Aziyz

Powered by Blogger.