Sebuah Pengalaman: Mendaftar Domain Sekolah (.sch.id)


Hari ini, saya mengurus domain sekolah punya Pendidikan Integral Hidayatullah di Sumatera Selatan. Pendidikan Integral Hidayatullah sendiri adalah sebuah jaringan nasional dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan ormas Islam Hidayatullah. Untuk Sumatera Selatan, jaringan Pendidikan Integral Hidayatullah menaungi sekolah di antaranya MTs Mardhatillah dan SMA Mardhatillah dan ini domainnya www.hidayatullahsumsel.sch.id.

Kunjungi, Portal Informasi Pendidikan Hidayatullah di www.hidayatullah.id

Mempunyai blog gratisan, dengan domain blogspot.com misalnya, kita hanya perlu mempunyai akun email cq Gmail. Jika kita menginginkan blog dengan Top Level Domain sendiri, baik domain yang bersifat internasional seperti .com, .org, .net, .info maupun yang bersifat nasional seperti .id, co.id, my.id, biz.id, ac.id, .web.id, or.id, sch.id, .go.id atau desa.id maka kita perlu "membayar" dengan beberapa persyaratan.

Sebelumnya, saya pernah mengurus dua domain "berbayar" dengan persyaratan
  1. Domain .web.id. (blog ini maksudnya). Biayanya Rp55.000,- per tahun dan scan kartu identitas (KTP/SIM/Paspor)
  2. Domain .com, biaya Rp120.000,- per tahun dan scan kartu identitas (KTP/SIM/Paspor).

Nah, kali ini saat mengurus domain sekolah cq. .sch.id, persyaratannya "lebih banyak": 
  • Pertama, membayar Rp55.000,- per tahun, 
  • Kedua, Surat Permohonan Domain dari Kepala Sekolah yang ditujukan untuk penyedia jasa domain -suratnya berkop dan berstempel sekolah
  • Ketiga, Scan kartu identitas dari Kepala Sekolah
  • Keempat, Surat Kuasa dari Kepala Sekolah kepada staf/administrator untuk mengurus pendaftaran domain dan ditujukan kepada penyedia jasa domain.

Adapun langkah-langkah dalam mendaftar domain:
  • Pertama, kita harus mengecek terlebih ketersediaan domain yang akan dipesan pada penyedia jasa domain. Saya menggunakan jasa dari dapurhosting.com melalui Ibu +Nurah Ratu.
  • Kedua, jika kita sudah menjadi member dari penyedia jasa domain maka kita akan mendapatkan tagihan yang harus dibayar sesuai dengan domain yang akan kita pesan.
  • Ketiga, jika kita belum menjadi member, maka kita akan diarahkan untuk mengisi biodata sesuai kartu identitas.
  • Keempat, setelah membayar tagihan (invoice) maka proses selanjutnya adalah melengkapi persyaratan.
  • Kelima, tunggu apakah permintaan domain kita di-approve apa tidak. Jika di-approve maka tinggal menunggu aktifnya domain yang kita pesan.
Sebuah Pengalaman: Mendaftar Domain Sekolah (.sch.id) Sebuah Pengalaman: Mendaftar Domain Sekolah (.sch.id) Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 13, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.