Yang Beda di Palembang: Hadiah untuk Guru dan Dukungan untuk Mereka

Hari ini, Si Sulung menerima rapor di sekolahnya, SD Negeri No. 003 Sungai Pinang, Rambutan. Sudah jadi mainstream dari dulu ya, dan di mana-mana juga begitu, terima rapor di akhir semester. Jadi tidak kaget!

Namun ada yang berbeda dengan kebiasaan masyarakat di pinggiran Palembang. Kebiasaan yang tidak saya temui saat sekolah di Jawa (Tengah) dulu. Juga tidak saya temui saat tinggal di Kalimantan Timur, di mana hampir separuh umur hidup saya "dihabiskan" di sana. Kebiasaan tersebut adalah memberi hadiah kepada bapak/ibu guru waktu penerimaan rapor di akhir semester.

Tidak jadi masalah apa yang diberikan. Apakah kue, biskuit, atau apa pun. Sikap berterima kasih kepada guru yang telah memberikan ilmu, merupakan kebiasaan yang baik.

#######

Diterima atau tidak, disadari atau tidak, dari para gurulah karakter bangsa ini dibentuk. Mereka harus kita dukung karena harus bersaing dengan "guru-guru" yang tidak mengajak kepada kebaikan: para artis (yang suka merampok frekuensi publik), You know who?


Courtesy of Google+

Dan sarana pendukungnya: program TV tidak mendidik, di mana anak SD saja tahu betapa bahayanya TV itu.



Kedua hal ini, sebisa mungkin kita jauhi: artis dan program yang berkaitan dengannya.

#######

Oh, ya! Alhamdulillah, Si Sulung mendapat peringkat 1 pada semester ini (kelas dia belum pakai K2013)



Semoga jadi tambah sholeh!
Yang Beda di Palembang: Hadiah untuk Guru dan Dukungan untuk Mereka Yang Beda di Palembang: Hadiah untuk Guru dan Dukungan untuk Mereka Reviewed by Kosim Abina Aziyz on December 20, 2014 Rating: 5

No comments:

Silakan memberikan saran, masukan, atau tanggapan. Komentar Anda akan saya moderasi terlebih dahulu. Tautan aktif sebaiknya tidak dipasang dalam komentar. Dan, mohon maaf, komentar Anda mungkin tidak segera saya balas, karena kesibukan dan lain hal. Terima kasih :)
---Kosim Abina Aziyz

Powered by Blogger.