Kopi-kopi Terbaik di Dunia: Dari Kotoran Musang hingga Kotoran Gajah

Saat saya masih kelas II SD, saya pernah diajak Orang tua mengunjungi famili Ibu (saya memanggil Ibu dengan panggilan Mak'e) di Semarang. Itu adalah momen kedua saya pergi ke Semarang. Jarak dari kampung ke Semarang sebetulnya tidak begitu jauh, tidak sampai 100 km. Meskipun waktu itu tinggal di kampung, saya sudah lancar membaca. Oleh karenanya, saya biasa membaca "papan iklan" yang banyak berdiri di jalanan kota. Salah satu yang masih ingat adalah iklan (kalau 'nggak salah) "Cappucino, berita yang harus dinikmati sehari-hari". Belakangan saya baru mengetahui bahwa Cappucino adalah salah satu varian minuman kopi dari Italia.

Selain kopi kampung, dewasa ini banyak bertebaran kopi instan dengan berbagai macam rasa: white coffee, espresso, kopi original, dan juga cappucino. Harga eceran di warung tetangga antara Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,-.  Saat minum kopi instan rasa Cappucino, kadang saya berkelakar dengan istri seolah-olah sedang berada di Stadion San Siro (Giuseppe Meazza), nonton Inter Milan main bola. Hehehehee...

Banyak produsen kopi menghasilkan jenis-jenis kopi terbaiknya dengan cita rasa (dan harga) yang berbeda. Apa saja kopi-kopi terbaik yang ada di dunia?

#5. Jamaika: Blue Mountain Coffee



Jamaika, sebuah negara yang terletak di Laut Karibia, memproduksi kopi yang cukup terkenal: Blue Mountain Coffee. Tumbuh di daerah dengan ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut. Kopi ini bernilai tinggi karena memiliki keseimbangan aroma, tekstur dan keasaman, lembut dan bebas dari rasa pahit. Jamaika merupakan produsen kopi, di mana sekitar 80% dari produksi diekspor ke negeri Jepang. Di Jepang kopi ini digunakan sebagai dasar pembuatan minuman keras yang bernama: Tia Maria. Biji kopi dipanggang untuk mengeluarkan rasa, tanah dan dikombinasikan dengan gula, sirup, rum dan bahan-bahan rahasia yang belum pernah diungkap oleh produsen.

#4. Panama: Hacienda La Esmeralda




Kopi langka asal Panama, sebuah negara di Amerika Tengah, ini tumbuh dari kultivar yang sangat tua. Tumbuh di daerah perkebunan dengan ketinggian 1.850 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di Boquete, lereng Gunung Berapi di Panama Barat. Kebanyakan kopi langka ini merupakan varietas Geisha dan Catuai.

#3.Brasil: Fazenda Santa Ines



Kopi ini diproduksi di kaki pegunungan Mantiqueira, negara Bagian Minas, Brasil. Kopi ini dipanen setelah buah matang, dipetik dengan tangan, dan dikumpulkan dalam kain sehingga kopi tidak terkontaminasi dan kualitasnya terjaga.

#2. Thailand: Kopi  Gading Hitam


Kopi ini diproduksi di wilayah Segitiga Emas Thailand, yang juga terkenal dengan bisnis ilegal: opium. Kopi Gading Hitam berasal dari kopi yang dimakan oleh gajah dan kemudian kotorannya dikumpulkan. Rasa kopi ini dipengaruhi oleh enzim pencernaan gajah, yang memecah protein kopi, dan menghasilkan rasa yang kurang pahit. Proses pencernaan biji-bijian berlangsung selama 15-70 jam, waktu di mana biji mengalami fermentasi mirip dengan buah anggur untuk memproduksi anggur. Kopi Gading Hitam merupakan kopi termahal di dunia. Harganya bisa mencapai 900 Euro per kilonya.

#1. Indonesia: Kopi Luwak (Musang)




Kopi ini berasal dari Indonesia, merupakan salah satu kopi termahal di dunia. Harganya bisa mencapai 700 Euro per kilonya!. Biji kopi ini ditemukan dalam kotoran luwak, hewan nokturnal yang hidup di daerah Asia Tenggara. Luwak memilih buah yang sudah masak untuk mereka makan. Rasa kopi ini dipengaruhi oleh enzim pencernaan luwak dan mengalami fermentasi. Rasa kopi Luwak mengingatkan pada cokelat, tanpa ada rasa pahit. Secangkir kopi Luwak dihargai $ 30 di Kota New York (2010)
Kopi-kopi Terbaik di Dunia: Dari Kotoran Musang hingga Kotoran Gajah Kopi-kopi Terbaik di Dunia: Dari Kotoran Musang hingga Kotoran Gajah Reviewed by Kosim Abina Aziyz on October 17, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.