Momen di Bengkel Motor: Antisipasi Tilang, dan Layanan Ekstra



Lampu depan motor (ada 2 buah) yang saya pakai sudah rusak. Yang satunya, mati. Satunya lagi, hanya lampu sorot ke atas yang berfungsi. Kondisi seperti ini masuk kategori "wajib" untuk diganti. Kerusakan lampu tersebut, bisa jadi, akibat lampu selalu saya nyalakan jika bepergian, baik siang maupun malam. Jujur saja, saya menyalakannya di siang hari sebagai antisipasi agar tidak ditilang sama Pak Pol. Saya pernah kena denda Rp100.000,- gegara perkara lampu tidak dinyalakan. Uang sebesar ini mending buat beli beras (bisa dapat 10-an kg) alih-alih untuk setor ke Pakpol akibat perkara yang remeh-temeh.
Kasus ini sangat berbeda dengan memakai helm, seandainya tidak ada aturan untuk memakainya saat berkendara, saya akan tetap memakainya.

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Meluncurlah saya ke sebuah bengkel di kawasan Plaju, Palembang kepunyaan warga Tionghoa. Sesampainya di sana, saya ditanya apa keluhannya. Saya bilang mau ganti lampu depan. Lalu saya diberi pilihan: pilih lampu biasa seharga Rp10.000,- per buah atau lampu bagus seharga Rp20.000,- per buah.

Kemudian dipasanglah lampu sesuai pesanan. Setelah rampung, eh, beliau menambah pekerjaan di luar permintaan: mengencangkan rantai dan rem roda belakang.

Tagihan yang harus saya bayar Rp40.000,- untuk 2 buah lampu. Adapun untuk pengencangan rantai dan rem, gratis!
Dalam hal ini, saya salut atas pelayanan ekstra yang diberikan. Istilahnya, surprise lah gitu. Soalnya, saya pernah menggunakan jasa pengencangan rantai sama tetangga kantor, tagihannya Rp10.000,- yang saya bayar Rp7.000,- setelah proses tawar-menawar.

Pelajaran yang saya dapat: jika kita membuka usaha jasa, berikanlah layanan ekstra agar pelanggan bisa loyal.
Momen di Bengkel Motor: Antisipasi Tilang, dan Layanan Ekstra Momen di Bengkel Motor: Antisipasi Tilang, dan Layanan Ekstra Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 11, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.