For My Beloved Country, Indonesia!

Tidak tahu mengapa, kali ini saya ingin sekali menulis tentang negeri tumpah darah saya, Indonesia.

Alhamdulillah, meskipun saya berasal dari kalangan biasa, saya sudah menginjakkan kaki di 13 propinsi. Tapi jangan dibandingkan dengan orang yang banyak uang dan pejabat, yang jangankan Indonesia, luar negeri juga biasa.

Dari perjalanan yang saya lakukan, saya menarik kesimpulan bahwa negeri ini benar-benar kaya, besar dan luar biasa. Baik ditinjau dari sumber daya alam, sosial, adat, budaya, maupun ekonomi.

Alhamdulillah, anak saya lahir dari pernikahan lintas suku, mewakili Indonesia Barat dan Timur. Saya berharap anak-anak saya akan bangga mengatakan "saya orang Indonesia", bukan berlaku ashobiyyah dengan membanggakan kesukuan yang sempit.

Bukan rahasia lagi, bila Indonesia yang begitu kaya dan besar ini, sedang mengalami "duka". Para pemimpin negeri dan jajarannya, yang seharusnya menjadi tulang punggung negara, justru banyak yang berkhianat. Kata nenek moyang "pagar makan tanaman". Susah mempercayai mereka. Dan tak bisa lagi dibedakan mana praja, mana mafia. Dulu waktu masih anak-anak, yang saya tahu mafia itu hanya ada di dunia film, ternyata setelah saya besar, ia sudah hadir di hadapan kita.

Sampai-sampai ada penyair yang berkata "Aku Malu Jadi Orang Indonesia". Tidak! Meskipun saya ini hanya bagai sehelai daun di rimba Nusantara, saya akan tetap mengakui negeri ini, tak perlu malu. Bagaimanapun hujan emas di negeri sendiri, lebih baik daripada hujan dan badai tornado di Amerika.

Biarlah para mafia berpesta di negeri ini, dan biarkanlah para malaikat akan menghajar mereka di neraka.
Kita masih punya harapan pada Tuhan, sembari memperbaiki diri dan keluarga.

Terakhir, semoga Allah Taala berkenan menjadikan Negeriku sebagai "Baldatun Thayyibatun, wa Rabbun Ghafur". Amien.
For My Beloved Country, Indonesia! For My Beloved Country, Indonesia! Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 23, 2010 Rating: 5
Powered by Blogger.