Trip to Bengkulu: Rute, Mabuk Kepayang, dan Ikon Kota Bengkulu

Alhamdulillah, saya berkesempatan mengunjungi kota Bengkulu. Kami berempat, dan salah satunya adalah Kak +Edy Kurniawan. Kunjungan kali ini untuk mengikuti Rakercab BMH Bersama: Bengkulu dan Palembang. 

Kata orang, Bengkulu merupakan nama pendek dari Bangka Hulu. Di tempat saya bermalam, desanya bernama Muara Bangka Ulu, perlu digarisbawahi Bangka Hulu. Hal ini memberi peluang untuk dihubung-hubungkan bahwa Bengkulu=Bangka Hulu (?)
Lalu di mana Bangka Hilirnya? Itu, di muara Sungai Musi yang kini menjadi Propinsi Bangka Belitung. Secara geografis, Bengkulu terletak di hulu sungai Musi.

Ada yang menarik dari Kota Bengkulu, meskipun merupakan ibukota sebuah provinsi, tidak saya jumpai adanya kemacetan. Setidaknya jika saya bandingkan dengan Palembang. Arus kendaraan sangat lancar. Selain tidak ada kemacetan, di kota Bengkulu juga tidak ada sinyal +Smartfren. Ini juga menarik, menarik saya untuk membeli sinyal untuk Andromax saya. Sayang tidak ada yang menjual! Praktis, saya tidak bisa terhubung dengan keluarga atau teman via internet. Untungnya, ada mas +Roni BMH  yang berbaik hati memberikan wi-fi gratisannya.

Rute Palembang ke Bengkulu

Jika menggunakan transportasi darat, kita bisa memilih salah satu dari dua rute dengan jarak sejauh 450-an km. Lihat skrinsyot dari Google Maps di bawah ini

Rute pertama, dari Palembang - Sekayu - Lubuk Linggau - Curup - Kepahiyang - Bengkulu. Jalur ini biasanya dipilih jika kita memakai jasa mobil travel dengan nomor kendaraan berplat hitam. Armadanya berjenis Innova, Xenia, dan sejenisnya. Tarif Rp 220.000,- per penumpang.
Rute kedua, dari Palembang - Indralaya - Prabumulih - Muara Enim - Pagar Alam/Empat Lawang - Kepahiyang - Bengkulu. Jalur ini dilayani oleh dua PO: Marlin dan Sriwijaya. Tarif Rp 120.000,-. Armada kedua PO berupa minibus kelas ekonomi. Untuk Sriwijaya, dia punya bus standar yang relatif lapang.
Durasi normal Palembang - Bengkulu selama 12 jam, bisa lebih cepat jika naik travel.

Baca: Trip to Jogja #1: Pramugari Berhijab, Trans Jogja, dan Tahu Monjali

Mayoritas traveler yang melewati sini akan mengalami Mabuk Kepayang! Iya, mabuk kepayang!

Ada yang pernah mengalami mabuk kepayang? Selamat! Itu artinya punya masa kecil yang berbahagia! Hehehehee.. Jika kita ke/dari Bengkulu naik kendaraan darat dari/ke arah Curup atau Sumatera Selatan, kita akan melalui daerah ini (sebagaimana jika kita dari Jakarta mau ke Semarang via Pantura pasti melewati daerah saya) Oh ya, lupa! Nama daerahnya Kepahiang. Sebuah kabupaten yang terletak di punggung Pegunungan Bukit Barisan di Bengkulu. Jalanan di sini penuh kelokan dan fluktuatif. Dus, mayoritas (bukan semuanya) traveler yang melewati sini akan mengalami mabuk Kepahiyang! Mabuk perjalanan saat melewati daerah Kepahiyang. (Baca: profil Kabupaten Kepahiang menurut Wikipedia).

Ikon-ikon di Kota Bengkulu

Jika saya bepergian ke suatu tempat saya berusaha akan mengunjungi tempat yang menjadi ikon dari tempat tersebut. Prinsipnya, kapan lagi bisa begini? Hehehehe... Kalau ke Makassar, sempatkan singgah ke Pantai Losari, Al-Markaz, Stadion Mattoanging dan M-Tos (loh?). Makan Ulu Juku, Coto Mangkasara, Pisang Epe atau Pisang Ijo. Kalau ke Jogja sempatkan ke Malioboro sambil beli t-shirt "Jogja, Njujug saja!"
 
Nah, kalau ke kota Bengkulu, inilah tempat-tempat yang bisa kita kunjungi

Pantai Panjang

Mendengar nama ini saya langsung berfikir, kok generik banget ya, namanya! Sama seperti nama (jika ada) Gunung Tinggi, Laut Luas, Langit Biru. Namanya pantai ya, panjang. Coba cari nama apa gitu. Tapi, ah, sudahlah!

Ini penampakannya yang saya ambil dengan kamera 3 MP Andromax dengan mode panoramik. Oh, ya! Mumpung ada foto Bengkulu, colek Amun +jihady taqwa , +SKR aljihad, +Shabirin ibnu hambali dan Ust. +Mahladi Murni . Maaf, jika Anda tidak berkenan saya tag, bisa saya hapus kembali.

Pantai Panjang Bengkulu

Kru Baitul Maal Hidayatullah Palembang

Papan nama Pantai Panjang

Warung-warung di pantai Panjang
Wisata Sejarah: Benteng Marlborough

Benteng pertahanan perang ini merupakan warisan dari kolonisasi Inggris di Bengkulu, letaknya tidak jauh dari Pantai Panjang. Dibangun dari tahun 1714-1741.

Ini penampakannya, hasil jepretan dari Kak +Putra Darmawan.









Selain itu ada pula tempat wisata sejarah: Rumah Bung Karno, sayangnya saya tidak punya foto karena tidak sempat ke sana.

Oke, sementara ini dulu, kalau perlu saya tambahi akan saya tambahi , insya Allah.
Trip to Bengkulu: Rute, Mabuk Kepayang, dan Ikon Kota Bengkulu Trip to Bengkulu: Rute, Mabuk Kepayang, dan Ikon Kota Bengkulu Reviewed by Kosim Abina Aziyz on December 07, 2014 Rating: 5
Powered by Blogger.