Apakah Semua yang Bermata Satu, Simbol Iluminati?

Kata-kata seperti ini, akan sering kita temui saat Pilpres: Antek Wahyudi, Mamarika, Rhemason, Iluminati, dan seterusnya. Kata-kata tersebut muncul terkait adanya Teori Konspirasi (Persengkokolan) yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah di muka bumi karena keberadaan aktor di belakang layar yang memanipulasi kejadian politik.Aktor tersebut bisa berupa sekelompok orang atau organisasi rahasia yang sangat berpengaruh dan berkuasa.

Ada beberapa teori konspirasi yang ternyata terbukti benar, di antaranya yang saya kutip dari situs historia.id yaitu

1. Skandal Watergate 

Saat orang-orang Partai Republik dituduh memata-matai kantor pusat Partai Demokrat tahun 1972, publik enggan mempercayainya. Nyatanya, itu semua benar. Pada tahun 1974 sebuah rekaman percakapan ditemukan yang membuktikan bahwa Presiden Nixon tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Dan apa yang sebenarnya tengah terjadi? Orang-orang Republik memutuskan untuk menyadap kantor pusat Partai Demokrat dan mematai-matainya dari Hotel Watergate yang berada di dekatnya. Skandal ini mengejutkan dunia, yang berakhir dengan Presiden Nixon menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika yang mundur dari jabatannya.

2. CIA Membayar Kesaksian Persidangan

Pada 1990, seorang Gadis Kuwait berusia 15 tahun Nayirah al-Sabah, atas nama pemerintah Amerika bersaksi telah menyaksikan tentara Irak melakukan kekejaman terhadap anak-anak di Kuwait. Kesaksiannya membantu meyakinkan publik Amerika bahwa aksi militer terhadap Irak dapat dibenarkan. CIA amat menginginkan kesaksian tersebut berhasil.
Mereka bahkan membiayai Sabah untuk mengikuti kelas demi melancarkan kebohongannya. Kesaksian Sabah begitu berhasil, sampai-sampai Amerika meluncurkan ‘Operasi Desert Storm’ melawan Irak pada 1991. Setahun setelahnya, seorang jurnalis memiliki teori tentang kesaksian tersebut. Ia mengorek kebenaran dan menuduh CIA karena telah membayar untuk sebuah kesaksian, yang ternyata memang benar.

3. Pembunuhan Martin Luther King Jr.

Aktivis sosial Dr. Martin Luther King Jr. dibunuh pada 4 April 1968 di sebuah balkon hotel di Memphis, Tennessee. Dr. King terkenal karena upayanya untuk memberikan kesetaraan dan harmoni di kalangan warga Amerika Serikat. Nama ‘James Earl Ray’ familiar oleh banyak orang sebagai pelaku pembunuhan Dr. King, tapi yang tidak banyak orang tahu kalau pemerintah memainkan peran penting dalam pembunuhan tersebut.
Pada 8 Desember 1999 keluarga King mengajukan tuntutan kepada pemerintah Amerika, dengan klaim bahwa pembunuhan King adalah hasil dari pembunuhan terencana oleh pemerintah. 12 juri dalam persidangan menyetujui bahwa kematian King adalah hasil persengkokolan pemerintah Amerika dan mafia, dan Ray sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran
Nah, untuk konteks Indonesia, kata-kata Antek Wahyudi, Mamarika, Rhemason, Iluminati sering mengemuka. Wallahu A'lam apakah ini betul-betul ada atau hanya sebagai alasan alat untuk menjatuhkan lawan politik. Beberapa simbol yang dihubungkan dengan Iluminati adalah simbol "satu mata" dan "segitiga" atau "piramida". Jadi, kalau ada ada gambar atau simbol berupa satu mata langsung dianggap sebagai Iluminati.

Terlepas dari masalah politik, saya termasuk yang punya pikiran seperti itu. Meskipun demikian, tidak semua simbol satu mata atau segitiga bisa langsung dikaitkan dengan iluminati. Di Indonesia, bahkan, ia sudah akrab dengan masyarakat kita. Apa saja?

1. Wayang Kulit
Wayang kulit (menmyjogja.wordpress.com)
Kita pasti pernah mendengar istilah "anak semata wayang", ya kan? Anak satu-satunya yang dimiliki oleh sebuah keluarga dinamakan anak semata wayang. Sebutan semata wayang mengacu pada objek wayang kulit yang mempunyai satu mata. 

Wayang kulit sebagai salah satu warisan adiluhung bangsa dan oleh UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB) sudah diakui sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003, apakah bisa dianggap sebagai ikon iluminati karena bermata satu?

2. Dagadu
Logo Dagadu Djogdja
Saat saya masih sekolah di Jawa Tengah pada pertengahan dekade 90-an. Waktu itu muncul kaos oblong dengan desain yang unik dari Jogja bernama "Dagadu". Dagadu merupakan kata walikan berarti "matamu". Kata walikan ini biasa dipakai oleh para pejuang ketika zaman penjajahan sebagai bentuk enkripsi dengan jalan membolak-balik empat baris aksara Carakan (hanacaraka). Dari enkripsi inilah kata "matamu" terenkripsi menjadi "dagadu", kata "Mas" menjadi "Dab" yang menjadi ciri dari bahasa slang di Jogja. Dan dagadu menjadi salah satu ikon cendera mata yang ada di sana.

Logo Dagadu berupa gambar sketsa mata satu. Apakah Dagadu merupakan agen iluminati? Saya rasa terlalu jauh.

3.  Kubah Masjid
Masjid Agung Palembang
Selain mata satu, logo piramida merupakan logo yang dikaitkan dengan iluminati. Salah satu menyatakan bahwa piramida mewakili struktur komando organisasi Illuminati, dengan puncak batu yang melambangkan suatu Elite, dengan anggota yang terdiri dari orang-orang paling penting yang mengetahui rahasia dari semua rahasia. Bagian tengah piramida mewakili berbagai lapisan masyarakat dengan "massa" berada di bagian bawah piramida. Interpretasi lain adalah bahwa 13 langkah dari piramida Illuminati mewakili 13 Illuminati Bloodlines.

Nah, kubah Masjid Agung Palembang berbentuk Piramida? Jika ada yang berani mengatakan ini merupakan simbol iluminati "SUNGGUH TERLALU", kata Bang Haji Rhoma Irama

**********

Iluminati memang mempunyai simbol mata satu dan piramida, namun apakah setiap yang bermata satu dan piramida selalu iluminati? Saya kira tidak, sama seperti bintang segi enam yang identik dengan Isra*el, bukan berarti terus kita menjadi a priori terhadap yang serba segi enam sebab lilin lebah pun berbentuk segi enam


Apakah Semua yang Bermata Satu, Simbol Iluminati? Apakah Semua yang Bermata Satu, Simbol Iluminati? Reviewed by Kosim Abina Aziyz on September 10, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.