Barcode EAN-13: Arti, Asal Negara, dan Boikot Produk Israel

Tidak seperti di toko kelontong tradisional, saat berbelanja di toko retail seperti Indoapril atau Betamaret, barang yang kita beli selalu dipindai untuk mengetahui dan merekap harga belanjaan. Kalau toko kelontong biasa mah tinggal tanya, "berapo Mang harganyo?" meluncurlah jawaban dari Mamang Si Penjual, "setengah duo ribu, Pak!" (Bhs. Palembang: Rp1.500,00)

Kita semua sudah mengetahui yang dipindai di toko retail itu "barcode", kode bar yang dengan susunan angka sebanyak 13 digit, seperti foto di bawah ini


Barcode di atas dikenal dengan istilah EAN-13, sebuah standar penomoran berdasarkan UPC-A, yang digunakan oleh Asosiasi Penomoran Internasional atau the International Article Numbering Association (EAN) di Eropa. Standar ini banyak digunakan terutama karena standar UPC-A tidak dirancang dengan baik untuk penggunaan internasional.

Okeh, susunan 13 gigit dari barcode (selanjutnya ditulis kode bar) EAN-13 di atas dibagi menjadi 4 (bagian): Sistem angka, kode produsen, kode produk, dan cek digit. Biasanya, angka pertama sistem digit dicetak hanya untuk di sebelah kiri kode bar, angka kedua sistem digit  dicetak sebagai karakter pertama dari kelompok enam angka di sisi kiri bawah kode bar, kode produsen adalah lima digit berikutnya di sisi kiri bawah kode bar, kode produk kode produk adalah yang pertama lima digit di sisi kanan bawah kode bar, dan cek digit adalah angka terakhir di sisi kanan bawah kode bar.


1. Sistem Nomor,
sistem bilangan terdiri dari dua digit (kadang-kadang tiga digit) yang mengidentifikasi otoritas penomoran negara (atau wilayah ekonomi). Setiap sistem nomor yang dimulai dengan angka 0 adalah kode bar UPC-A. Indonesia, dalam EAN-13 mendapatkan nomor 899.  

Dan berikut daftar sistem nomor kode bar EAN-13 dari seluruh dunia

SISTEM NOMOR BARCODE EAN-13
00-13:
Amerika Serikat dan Kanada
20-29:
In-Store Functions
30-37:
Perancis
40-44:
Jerman
45:
Jepang (juga 49)
46:
Federasi Russia
471:
Taiwan
474:
Estonia
475:
Latvia
477:
Lithuania
479:
Sri Lanka
480:
Filipina
482:
Ukraina
484:
Moldova
485:
Armenia
486:
Georgia
487:
Kazakhstan
489:
Hong Kong
49:
Jepang (JAN-13)
50:
United Kingdom
520:
Yunani
528:
Lebanon
529:
Siprus
531:
Makedonia
535:
Malta
539:
Irlandia
54:
Belgia & Luksemburg
560:
Portugal
569:
Islandia
57:
Denmark
590:
Polandia
594:
Rumania
599:
Hungaria
600:
Africa Selatan
601:
Africa Selatan
609:
Mauritius
611:
Maroko
613:
Aljazair
619:
Tunisia
622:
Mesir
625:
Yordania
626:
Iran
64:
Finlandia
690:
China
692:
China
70:
Norwegia
729:
Israel
73:
Swedia
740:
Guatemala
741:
El Salvador
742:
Honduras
743:
Nikaragua
744:
Kosta Rika
746:
Republik Dominika
750:
Meksiko
759:
Venezuela
76:
Swiss
770:
Kolombia
773:
Uruguay
775:
Peru
777:
Bolivia
779:
Argentina
780:
Chile
784:
Paraguay
785:
Peru
786:
Ekuador
789:
Brasil
80:
Italia
81:
Italia
82:
Italia
83:
Italia
84:
Spanyol
850:
Kuba
858:
Slovakia
859:
Republik Ceko 
860:
Yugoslavia
869:
Turki
87:
Belanda
880:
Korea Selatan
885:
Thailand
888:
Singapura
890:
India
893:
Vietnam
899:
Indonesia
90:
Austria
91:
Austria
93:
Australia
94:
Selandia Baru
955:
Malaysia
977:
International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)
978:
International Standard Book Numbering (ISBN)
979:
International Standard Music Number (ISMN)
980:
Refund receipts
981:
Common Currency Coupons
982:
Common Currency Coupons
99:
Coupons
-->  2. Kode Produsen
Kode produsen adalah kode unik yang diberikan untuk masing-masing produsen oleh otoritas penomoran ditunjukkan oleh kode sistem bilangan. Semua produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan menggunakan kode produsen yang sama.

 3. Kode Produk
Kode produk adalah kode unik yang diberikan oleh produsen. Berbeda dengan kode produsen, yang harus ditetapkan oleh UCC (The Uniform Commercial Code), produsen bebas untuk menetapkan kode produk untuk masing-masing produk mereka tanpa berkonsultasi organisasi lain. Sejak UCC menjamin bahwa kode produsen unik, produsen hanya perlu memastikan bahwa mereka tidak mengulangi kode produk mereka sendiri.

 4. Cek Digit 
Cek digit adalah digit tambahan yang digunakan untuk memverifikasi bahwa kode bar telah dipindai dengan benar. Sejak scan dapat menghasilkan data yang salah karena kecepatan scanning yang tidak konsisten, ketidaksempurnaan cetak, atau sejumlah masalah lain, hal ini berguna untuk memverifikasi bahwa sisa data dalam kode bar telah ditafsirkan telah benar. Cek digit dihitung berdasarkan sisa digit kode bar. Biasanya, jika cek digit adalah sama dengan nilai dari cek digit berdasarkan data yang telah dipindai, ada tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa kode bar telah dipindai dengan benar. 

Perhitungan Cek Digit Barcode EAN13 menggunakan rumus Modulo 10 atau sisa hasil bagi 10. Berikut ini adalah cara meghitung cek digit barcode EAN 13

Sebagai contoh perhitungan angka 12345789012 dan cek digit belum kita ketahui:


Kode Barcode EAN :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2
A. Check Digit        
Pada saat ini belum diketahui
B. Digit                    
1   2   3   4   5   6   7   8   9  0  1  2
C. Dikalikan dengan
1   3   1   3   1   3   1   3   1  3  1  3
D. Hasil kali             
1   6   3 12  5  18  7  24  9  0  1  6     Total= 92
E. Dibagi dengan10  
92/10 = 9 sisa 2
F. Check sum            
10 – Sisa = Check Digit
G. Check Digit          
8
Maka kode barcode menjadi
1234567890128
-->
Berkenaan dengan kode bar di atas dan upaya dari kaum Muslim untuk memboikot produk dari Isra*l, telah kita ketahui bahwa kode bar yang diawali dengan nomor 729 (colek +Hidayatullah Media+Muhammad Usamah, Ibu +rita jatmiko ) merupakan produk dari Isra*l yang tidak perlu  kita beli. Kalau mau beli, belilah ploduk-ploduk Indonesia.


______________________________________________

Bahan tulisan:
  1. http://www.barcodeisland.com/ean13.phtml
  2. https://rudiariyanto.wordpress.com/2008/09/08/cara-menghitung-cek-digit-untuk-barcode-ean-13/
Barcode EAN-13: Arti, Asal Negara, dan Boikot Produk Israel Barcode EAN-13: Arti, Asal Negara, dan Boikot Produk Israel Reviewed by Kosim Abina Aziyz on August 19, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.