Pengalaman Pribadi: Penyebab, Pencegahan, dan Penyembuhan Asam Urat

Saat saya menulis postingan ini, saya dalam kondisi sakit. Asam urat saya kambuh! Karena relatif sering, ya tidak kaget lagi. Terakhir, asam urat saya kambuh satu setengah tahun yang lalu. Setelah makan Mie Ayam yang penuh tauge di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Taugenya itu!

Pertama kali kena asam urat kira-kira pada tahun 2001 status saya waktu itu masih jomblo. Pada waktu itu pergi ke "Delta Mahakam", mengunjungi rumah teman yang berasal dari sana. Kampungnya ini persis menghadap Selat Makassar. Penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petambak. Nah, pas di sana selama beberapa hari, setiap kali makan selalu disuguhi makanan seafood: udang, kepiting, ikan bandeng, pokoknya serba seafood, sudah gitu besar-besar lagi ukurannya. Orang tua teman selalu minta maaf karena hanya bisa menghidangkan makanan "apa adanya". Bagi mereka, makanan yang tidak "apa adanya" itu yah seperti Kent*cky Fried Chicken. Padahal bagi saya yang tinggal di Samarinda (waktu itu), makanan-makanan yang disuguhkan termasuk makanan "mewah".
Delta Mahakam,  Kec. Anggana, Kab. Kutai Kartanegara,  Kalimantan Timur (sumber gambar: Google Maps)
Sepulang dari sana, saya mengalami demam tinggi selama beberapa hari, sudah gitu kaki saya meradang dan tidak bisa berjalan. Soalnya kalau berdiri, kaki terasa nyeri yang hebat. Waktu itu saya belum tahu kalau saya terkena asam urat. Saya kira cuma demam biasa saja

Mulai tahun 2004, saya dan keluarga (saya sudah bekeluarga dan punya putra pada tahun ini) pindah ke Kutai Barat (baca: Transportasi Menuju Melak, Kutai Barat). Di sini, saya punya teman ahli terapi dan pebisnis obat herbal. Iseng-iseng saya minta diperiksa, saya punya penyakit apa gitu. Setelah memeriksa kondisi kulit tangan dan kaki, dia menyimpulkan kalau saya punya asam urat. Wah jadi ingat Almarhumah Nenek, kayaknya beliau ini terkena asam urat dan menurun ke saya.

Kalau menurut Wikipedia, asam urat itu seperti ini

Asam urat (bahasa Inggris: uric acid, urate) adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia C5H4N4O3 dan rasioplasma antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) dan 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L)[4].


Kelebihan (hiperurisemia, hyperuricemia) atau kekurangan (hipourisemia, hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.

Pada manusia, asam urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida purina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi alantoin. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan batu ginjal dan/ataupirai di persendian.


Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.


Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini.

Kata orang, kalau sudah terkena penyakit ini tidak bisa sembuh, jadi yang bisa dilakukan adalah mengontrol makanan. Pengalaman saya, makanan yang paling fatal bisa membuat kambuh asam urat saya adalah: seafood (kepiting, udang), sayuran (bayam, tauge, daun singkong), jeroan (usus, babat), dan snack (emping melinjo).

Untuk pencegahan saya biasa mengonsumsi terong bulat ungu. Selama mengonsumsi ini, meskipun makan daging kambing waktu aqiqah, alhamdulillah, aman.

Terong bulat ungu 

Nah, selama beberapa hari kemarin saya tidak mengonsumsi terong bulat, terus makan udang. Kambuh deh!

Sewaktu masih di Kalimantan Timur, saya meminum susu kedelai yang dijual di apotek untuk penyembuhan. Sembuh sih, namun agak lama. Nah, untuk saat ini saya mencoba minum Jus Nanas buatan Umminya anak-anak. Saya merasakan ada pengaruh yang signifikan. Meskipun tidak serta merta langsung sembuh. Padahal, kata Wikipedia buah nanas termasuk yang harus dihindari. 

Jadi untuk pengobatan, saya menggunakan jus nanas sebagai wasilah untuk penyembuhan. Karena secara hakikat, Allah-lah Yang menyembuhkan penyakit kita!

Jus nanas (sumber gambar: tradisonal-obat.blogspot.com)
UPDATE!

Inilah alasan mengapan jus nanas bisa menjadi obat asam urat, yang saya kutip dari merdeka.com berjudul Minum Jus Nanas, Cara Enak Hilangkan Asam Urat Urat (sumber)

Merdeka.com - Asam urat adalah penyakit yang sangat tidak menyenangkan. Penyakit yang terjadi karena tingginya zat asam di dalam tubuh mampu membuat tubuh penderitanya merasa nyeri luar dan dalam. Bagi yang pernah menderita penyakit ini atau sedang menderitanya, pastilah sangat menyakitkan. 
Selain mengonsumsi obat penyembuh asam urat yang banyak beredar, ternyata ada cara sederhana nan sehat yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan asam urat. Dilansir dari indiatimes.com, minum jus nanas adalah jawabannya.
"Kandungan bromelain yang ada di dalam jus nanas mampu menghambat protein yang menyebabkan bertambahnya asam urat dalam tubuh. Enzim ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang mencegah peradangan karena asam urat," tulis penelitian dari University of Maryland Medical Center ini. "Selain jus nanas, penderita asam urat juga disarankan untuk mengonsumsi seledri. Sebab seledri bersifat sebagai diuretik alami yang membantu melancarkan peredaran darah serta mengurangi peradangan."
Jadi, daripada semakin menambah bahan kimia di dalam tubuh kenapa Anda tidak mencoba cara enak di atas untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh?

Pengalaman Pribadi: Penyebab, Pencegahan, dan Penyembuhan Asam Urat Pengalaman Pribadi: Penyebab, Pencegahan, dan Penyembuhan Asam Urat Reviewed by Kosim Abina Aziyz on June 03, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.