Penunjuk Arah Selain Mata Angin

Suatu saat saya pernah ditanya oleh seseorang, "Antum dari mana sebelum di Palembang?" Saya menjawab, "Saya dari Kalimantan Timur dan lahir di Jawa Tengah," dan saya menambahkan "hingga kini, separuh umur saya habis di Jawa, dan separuhnya lagi di Kaltim."

♣♣♣♣♣

Dalam beberapa hal, ada persamaan antara Kaltim dan Palembang. Misalnya, antara suku Kutai dan Palembang masih sama-sama Melayu. Sama-sama juga punya budaya berbasis sungai. Makanya tidak mengherankan jika nama-nama ikan sungai di dua daerah ini banyak yang sama! Selain itu ada satu hal lagi yang sama: istilah penunjuk arah.

Secara mainstream, penduduk bumi menggunakan 8 arah mata angin sebagai penunjuk arah, berpatokan pada posisi matahari atau rasi bintang.

Arah matahari terbit disebut timur (Jawa: wetan), jika kita menghadap ke arah ini, sebelah kanan disebut selatan, dan sebelah kiri disebut utara. Sedangkan arah matahari terbenam disebut barat (Jawa: kulon). Rasi bintang biasanya digunakan para pelaut: rasi bintang biduk besar untuk arah utara dan rasi "layang-layang" untuk selatan.

Nah, penduduk di daerah berbudaya "sungai" secara tradisional menggunakan istilah berbeda sebagai penunjuk arah. Ada 4 (empat) istilah utama: ULU, ILIR, DARAT, dan LAUT.

Ulu, adalah penunjuk untuk arah di mana air sungai berasal.
Ilir, penunjuk untuk arah di mana air sungai menuju muara.
Laut, adalah arah yang menuju sungai dari darat, dan
Darat, jika arahnya meninggalkan sungai menuju darat (bukan ke ulu atau ke ilir).

Itulah, penunjuk arah selain mata angin yang kita kenal.
Penunjuk Arah Selain Mata Angin Penunjuk Arah Selain Mata Angin Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 16, 2015 Rating: 5
Powered by Blogger.