Gaya Mandi Kita dan Dampak dari "Memegang Teguh Budaya Eropa"

Seandainya semua orang Indonesia berprinsip seperti Mas +Dodit Mulyanto , itu, salah satu komika dari Stand Up Comedy Indonesia 4, pendapatan dari PDAM seluruh negeri akan berkurang drastis. Apa pasal? Itu karena Mas Dodit "memegang teguh budaya Eropa", mandi dua kali sehari dianggap kampungan :D. Maksudnya, jika orang Indonesia tiga hari sekali baru mandi, hal ini akan menghemat penggunaan air secara masif. Dus, volume penggunaan air akan berkurang dan mempengaruhi pendapatan PDAM se-Indonesia.

Selain penurunan pendapatan PDAM, masyarakat Indonesia akan punya budaya menghargai sumber daya alam berupa air, yang memang sangat melimpah di negeri ini. Sehingga orang Arab Saudi tidak akan menyindir lagi pada jamaah hajji Indonesia dengan sebutan "Haji Ikan", sangat boros dalam penggunaan air.

Sayangnya, kita sebagai orang Indonesia sangat sulit untuk "memegang teguh budaya Eropa". Tetap saja kita akan mandi dua kali sehari, di luar mandi wajib :D

Ngomongin tentang mandi, setidaknya ada 5 gaya dalam dunia permandian

1. Menguras Bak Mandi


Sebagai orang yang cinta pada kebersihan, kita akan rutin membersihkan bak mandi kita. Apakah tiap minggu, dua minggu atau tiap bulan. Nah, di sekitar kita, selalu ada orang yang saking rajinnya, saat mandi pun bergaya seperti sedang menguras bak. Gerakannya cepat, lama, dan terkesan buru-buru. Gayung yang dipakai untuk mengambil air seperti berputar saja. Byar, byur, byar, byur Huuuftt, memang sih suka-suka yang membayar rekening air tapi... ah, sudahlah!

2. Menyiram pot bunga


Ini gaya mandi yang paling saya sukai. Sama seperti kita menyiram pot bunga, dengan air secukupnya saja, sesuai keperluan. Yang penting basah dan bersih. Menyiram pot, tidak perlu dengan menguras bak, bukan? Beberapa cidukan pun sudah cukup.

3. Buaya Berendam


Pernah lihat buaya berendam, kan? Iya, berendam. Saat berada di air untuk mencari mangsa, biasanya akan kelihatan bagian kepalanya saja (mata atau hidung). Begitulah gambarannya.
Gaya seperti ini biasanya dipakai oleh orang kaya yang mandi pakai bathup, mandinya berendam hanya kelihatan muka saja.



4. Mandi hujan


Jika anda pernah mandi hujan di kampung, masa kecil anda "awesome". Mandi hujan memang menyenangkan, apalagi jika sambil main bola di jalan becek.
Memori seperti inilah yang barangkali menginspirasi orang kota mandi dengan pakai shower, nama lain dari hujan buatan.



5. Bebek berenang


Gaya ini biasanya dilakukan oleh penduduk berbudaya sungai. Cara mandinya merupakan kombinasi dari berenang, menyelam, dan pakai gayung.

Bagi orang kota yang ingin meniru gaya "bebek berenang", bisa memakai kombinasi gaya menguras bak dan buaya berendam.
Teknisnya, sambil berendam di bathup ditambah main air digayung-gayung.

==============

Yang jelas, gunakan air secara bijak. Masih banyak saudara kita yang belum memiliki akses air bersih.
Pesan moral: Save water, save the Earth!
Gaya Mandi Kita dan Dampak dari "Memegang Teguh Budaya Eropa" Gaya Mandi Kita dan Dampak dari "Memegang Teguh Budaya Eropa" Reviewed by Kosim Abina Aziyz on December 09, 2014 Rating: 5
Powered by Blogger.