Yuk, Patuh pada Aturan Lalu Lintas!

Polisi, merupakan salah satu momok menakutkan bagi para pengendara bermotor. Itu yang sering saya dengar. Jika ada razia di suatu tempat, biasanya para pengendara akan berbalik atau berbelok arah atau akan berhenti sementara.

Penyebab utama mengapa takut pada polisi karena adanya ketidaklengkapan baik pada motor atau surat-menyurat. Itu saja! Artinya, jika kita sudah terbiasa taat pada aturan, apa yang harus kita takutkan?

Sayangnya, budaya taat pada aturan belum sepenuhnya menjadi karakter dari masyarakat kita.

Contohnya, kita masih suka parkir bukan pada tempatnya: parkir di trotoar



Parkir di tempat larangan parkir



Berhenti pada rambu dilarang stop



Saat lampu merah, berhenti di zebra cross



Belum cukup umur sudah mengendarai kendaraan bermotor, mengebut dan tidak pakai helm lagi



Berbelok pada rambu dilarang berbelok



Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena kita tidak ikut test saat membuat SIM, jadi mana tahu maksud dari rambu-rambu dan pelbagai aturan lalu-lintas itu. Mana gak diajarkan lagi waktu sekolah? Kemungkinan lain, karena kita suka mencari "jalan pintas" dalam segala hal dan lebih mementingkan hasil daripada proses.

Nampaknya pameo "hukum dibuat untuk dilanggar" menggambarkan kondisi kejiwaan masyarakat kita bahwa kita memang suka melanggar (?) Dalam kasus lain, ada juga pameo "cinta ditolak, dealer bertindak" (eh), menggambarkan pula kecenderungan kita pada hal yang instant.

Jika mau merenung sebentar, segala peraturan, apakah itu peraturan yang dibuat berdasar konsensus (tentunya mengacu pada masyarakat yang agamis bukan komunis) atau peraturan dari Tuhan, semuanya bermuara pada kemaslahatan manusia itu sendiri.

Taat dan patuh pada aturan cq peraturan berlalu-lintas, akan memberikan kebaikan dan manfaat bagi kita

1. Keamanan untuk diri sendiri dan keluarga

Masih ingat iklan yang menyindir dengan kata-kata "taat karena ada yang lihat", iklan ini menyoroti tidak adanya kesadaran akan pentingnya taat pada aturan. Contoh, dalam hal memakai helm, jangan karena takut ditilang polisi. Kita harus sadar betapa mahalnya kepala kita. Jika dalam berkendara kepala kita mengalami benturan, risiko kerusakan kepala dan isinya akan aman, insya Allah.



Begitu pula kesadaran memasang spion, akan membantu kita dalam bernavigasi di jalanan agar selalu aman dalam hubungannya dengan kendaraan lain, dan seterusnya...

Budaya mengutamakan keamanan berkendara akan berimbas pada keluarga di rumah. Hendaknya kita selalu ingat senyum dan harapan mereka pada kita, jangan sampai kita merepotkan dan menyusahkan mereka.

2. Aman untuk orang lain

Jika kita selalu berbudaya taat dan tertib berlalu lintas, semuanya akan tertib, rapi dan orang lain pun akan aman dari ancaman yang timbul akibat tindakan kita.

3. Menghindari Pembelanjaan Uang yang Tidak Perlu

Keluar uang Rp 100.000,- dari dompet gara-gara tidak menyalakan lampu motor di siang hari? Come on, apa sih susahnya menekan saklar lampu. Begitu pula, uang Rp 1.000.000,- karena gak ada SIM? Jangan sampai karena kelalaian dan kekhilafan kita malah menyalahkan pak polisi, seperti membuat meme di bawah ini (sumber: 1cak.com)



Jika surat-surat kita lengkap dan kondisi motor juga standar, hal seperti ini tidak akan terjadi.

4. Budaya Taat Hukum Menjadi Karakter

Kebiasaan taat pada aturan akan menjadi budaya dan karakter kita. Apakah itu hukum yang dibuat manusia, apalagi hukum Tuhan, kita akan terbiasa menaatinya! Jika ini dilakukan secara kolektif, maka akan menjadi karakter dan identitas bangsa. Akhirnya, tidak usah menunggu orang lain, mulailah dari diri kita dulu. Yuk, patuh pada aturan lalu-lintas!

Gambar diambil dari Google untuk kepentingan ilustrasi semata.
Yuk, Patuh pada Aturan Lalu Lintas! Yuk, Patuh pada Aturan Lalu Lintas! Reviewed by Kosim Abina Aziyz on October 21, 2014 Rating: 5
Powered by Blogger.