Komparasi: Piye Kabare? Enak'an Jamanku, to? *)

Entah kebetulan atau tidak, menjelang Pemilu 2014 ini mulai muncul pernyataan yang seolah-olah berasal dari mendiang Pak Harto yang berbunyi "Piye kabare?  Enak'an Jamanku, to?" disertai gambar Pak Harto dengan senyum khasnya.

Hal seperti ini muncul di pelbagai media seperti t-shirt, tag foto di media sosial, iklan caleg di koran -saya  melihatnya di salah satu harian yang terbit di Palembang, yaitu Sriwijaya Post edisi 11 Maret 2014 seperti gambar di bawah ini
Scanning iklan caleg, Koran Sripo, 11 Maret 2014
dan saking terkenalnya pernyataan ini sampai-sampai diplesetkan dalam sebuah grafiti di bak truk dengan gambar yang diganti dengan Sir Alex Ferguson, mantan pelatih klub sepakbola Inggris, Manchester United, seperti gambar di bawah ini.
sumber gambar: fb.com
Bagi orang-orang tua zaman dulu yang merasakan suasana zaman Pak Harto, mungkin menginginkan zaman itu terulang kembali: adanya stabilitas politik, keamanan dan ekonomi.

                                                               *******
Sebagai generasi yang lahir pada dekade 70-an, automatis saya pernah merasakan suasana zaman Pak Harto.
Namun demikian, saya merasakan bahwa zaman sekarang bagaimana pun lebih baik -dan itu harus disyukuri- meskipun ada kekurangan di sana-sini seperti korupsi yang meraja-lela, masyarakat yang permisif, penyebaran pornografi yang masif, dan sejenisnya.
Dan, inilah beberapa alasan subjektif saya mengapa zaman sekarang lebih baik -sebagai bahan perbandingan, saya menggunakan pengalaman pribadi antara saya dengan anak saya:
  1. Sandang dan pangan cukup tersedia

    Waktu saya SD, saya hanya bisa ganti sepatu, tas, baju setahun sekali. Sering nyeker malah kalau sekolah plus buku-buku ditaruh di tas kresek. Anak sekarang, asal sudah rusak bisa diganti kapan saja. Sekarang juga sudah tidak bayar SPP, tidak seperti dulu. Bahkan sudah bisa main komputer!
    Waktu saya SD, yang namanya makan enak katakanlah ayam goreng atau ikan basah (bukan ikan kering misalnya: tongkol), bisa dikatakan sangat jarang. Bagi anak sekarang, menu seperti itu bisa dianggap sudah biasa.

  2. Komunikasi

    Waktu saya di Kalimantan tahun 90-an, sarana berkomunikasi dengan keluarga saya di Jawa Tengah misalnya, ya mengandalkan surat via pos. Dan kita harus bersabar menunggu hingga berminggu-minggu. Zaman sekarang bisa dilakukan secara real time dengan beragam cara: nelpon, SMS, email, FB, WhatsApp dan lain-lain. Dengan biaya yang relatif murah pula.
  3. Transportasi

    Zaman Pak Harto, jangan pernah mimpi saya naik pesawat. Itu hanya ada dalam mimpi! Itu pun kalau mimpi.
    Namun, alhamdulillah, saya sudah puluhan kali naik pesawat -meskipun pesawat ber-budget rendah :). Untuk hal ini saya mesti berterima kasih sama Li*n Air atau A*r Asia.
  4. Sarana publik

    Waktu saya di kampung, saat belajar selalu pakai lampu minyak. Pergi ngaji di kampung tetangga pakai obor bambu. Sekarang, sudah ada PLN, PDAM, dan jalanan beraspal. Jadi, bagaimana?
Itulah beberapa alasan mengapa zaman sekarang lebih baik. Alhamdulillah! 


Footnote: *) Bahasa Jawa: Apa Kabar? Enak Zamanku , kan?


Komparasi: Piye Kabare? Enak'an Jamanku, to? *) Komparasi: Piye Kabare? Enak'an Jamanku, to? *) Reviewed by Kosim Abina Aziyz on March 13, 2014 Rating: 5
Powered by Blogger.