Ta'rif Neo-Liberalisme (Boediono Case)

Saat SBY memilih Boediono sbg cawapres, dunia politik Indonesia mendadak heboh. Reaksi umum yang awalnya terjadi adalah penolakan. Bagi parpol kayak PKS, penolakannya karena HNW ga dijadikan Wapres. Maklum mereka kan memang ngejar kekuasaan. Bagi sebagian kaum intelektual, penolakannya karena menganggap Boediono sbg kaki tangannya Barat yang mengidap neo-liberalisme c.q. anti ekonomi kerakyatan.



Saya penasaran dng neo-liberalisme. Apa sih? Maklum, kaum ceremeye. Akhirnya saya gugling, mencari ta'rifnya.

Dan ini definisi dari neolib yakni paham ekonomi yg mengacu pada filosofi ekonomi politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik; berfokus pada pasar bebas, pembatasan yg sedikit thd perilaku bisnis dan hak2 pribadi.

Kebijakan luar negeri paham ini adalah membuka pasar dng cara politis dan/intervensi militer (melalui kartel WTO, World Bank, IMF) dan perdagangan bebas.

Untuk efisiensi korporasi paham ini menolak/mengurangi hak2 pekerja dan daya tawar kolektif. Dan ini menjadi perintang bagi perdagangan adil, gerakan pendukung hak2 pekerja dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi prioritas terbesar dlm hubungan internasional dan ekonomi. Dan tentu saja, paham ini bertentangan dng sosialisme, proteksionisme, ekonomi kerakyatan dan enviromentalisme.
--------------------------------------------------------------
Ovi Files lets you access your PC from anywhere
http://files.ovi.com
Ta'rif Neo-Liberalisme (Boediono Case) Ta'rif Neo-Liberalisme (Boediono Case) Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 16, 2009 Rating: 5
Powered by Blogger.