Coelacanth, Sanggahan bagi Evolusionis

Ikan Coelacanth yg ditemukan di Manado, Sulawesi Utara, 2007

Tahun 1938, ditemukan fosil ikan purba di perairan sungai Chalumna, Timur Afrika Selatan. Fosil tersebut divonis telah punah 65 juta tahun y.l. pada masa Cretaceaus dan diberi nama Coelacanth -ikan duri berongga- dari bahasa Yunani 'coelia' yg berarti berongga dan 'acanthos' yg berarti duri. Belasan tahun kemudian ditemukan 'fosil yg hidup' di Komoro, kepulauan antara Madagaskar dan Afrika. Tahun 1990-an, di Mozambique, Madagaskar dan Afsel. Dan pada tanggal 19 Mei 2007, ditemukan di perairan Manado, Sulawesi Utara.
Coelacanth memiliki 120 spesies dan 2 spesies yg masih hidup, yaitu Latimeria chalumnae (Komoro) dan L. menadoensis (Sulawesi). Hidup pada kedalaman 100-150 mtr dpl.

Penemuan Coelacanth yg hidup, menyisakan pertanyaan. Ikan yg telah hidup 65 juta tahun koq tidak mengalami perubahan? Ini bisa menjadi sanggahan bagi evolusionis, pengikut Charles Monyet Darwin dan memperkuat pengikut Kreasionisme. Bagi kaum yg beragama baik Muslim maupun Nasrani, fenomena ini tetap tidak menggoyahkan keyakinan bahwa manusia adalah keturunan Adam dan Ibu Hawa bukan monyet.
--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Get mail on your mobile or the web
http://mail.ovi.com
Coelacanth, Sanggahan bagi Evolusionis Coelacanth, Sanggahan bagi Evolusionis Reviewed by Kosim Abina Aziyz on May 21, 2009 Rating: 5
Powered by Blogger.